You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kalitengah
Desa Kalitengah

Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

Selamat Datang di Website Resmi Desa Kalitengah – Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Wujud Transparansi dan Pelayanan Prima bagi Masyarakat. Pemdes Kalitengah

Sejarah Desa Kalitengah

Operator 28 Oktober 2026 Dibaca 18 Kali

Pemerintah desa (PEMDES) Kalitengah jauh sebelum merdeka sudah berdiri, namun sampai buku ini terbit tidak ditemukan dokumen tentang tahun berapa pertama kali pemerintahan desa  Kalitengah terbentuk, hal ini tidak ada bukti dokumen pendukung namun kalau menurut cerita sebagian tokoh masyarakat desa Kalitengah bahwa KALITENGAH berasal dari keadaan Desa kami yang di aliri dua sungai besar dan satu

sungai kecil, yaitu : sungai avour ( sungai besar ) yang terletak disebelah selatan bernama : kali balong djati yang berbatasan dengan Desa Kedungbendo, kemudian sungai avour  ( sungai besar ) yang terletak ditengah desa kami bernama kali rowo gedhek dan sungai kecil yang berbatasan dengan desa Ngaban bernama kali Ngaban kenongo. Dari beberapa sungai itulah Desa kami di beri nama KALITENGAH. Sampai sekarang ini Desa kami tetap bernama KALITENGAH yang sudah berumur 154 tahun.

Sebelum desa kalitengah diberi nama, pedahulu kami memberikan beberapa nama berdasarkan blok blok yang berada di desa kami antara lain :

  1. Blok balong Djati
  2. Blok balong Ploso
  3. Blok balong Kepuh
  4. Blok balong gayam

Arti dari balong adalah tanah rendah yang tergenang air dan lumpur. Desa kalitengah pada waktu itu banyak di tumbuhi pohon pohon besar antara lain : pohon jati, pohon ploso, pohon kepuh dan pohon gayam.

Sebelum berpenghuni desa kami adalah dataran rendah yang banyak tergenang air juga ada dataran yang sedang yang di tumbuhi pohon pohon besar. Konon desa kami pertama di temukan oleh sepasang suami isteri, orang dari luar daerah dibuktikan dengan makam tua yang terletak di dusun kalitengah selatan, Sepasang suami isteri tersebut sampai di desa kami terbawa oleh ombak,  oleh karena itu kedua makam tersebut terkenal dengan sebutan nama : Makam Buyut Ombak.

Setelah kedatangan sepasang suami istri ( buyut ombak ) warga desa kami mulai memanfaatkan tanah dengan cara menanam padi, tebu dan tanaman lainnya karena kondisi desa kami banyak yang tergenang air. Dengan banyaknya tanaman padi yang berada di desa kami, maka warga membuat saluran air / irigasi untuk pengaturan air untuk pertanian padi, tebu dan tanaman yang lain. Saluran tersebut sekarang bisa kita ketahui bahwa saluran itu telah menjadi saluran yang berbentuk kali / sungai.

Masyarakat pada waktu itu membiayai kehidupannya dari bertani dan bercocok tanam selain padi juga menanam palawija yang dibarter dengan kebutuhan lain seperti pakaian peralatan masak dan lain sebagainya dengan pemerintah Belanda.

Kendaraan yang ada hanyalah sepeda pancal yang hanya dimiliki oleh para orang orang kaya saja. Warga yang tidak punya ( miskin ) hanya menggunakan kaki untuk jalan kemana saja, tahun berganti kondisi desa kami perlahan mulai menjalankan ekonomi secara mandiri meskipun masih belum sempurna seperti sekarang, tetapi usaha warga desa kami bersemangat untuk bisa lepas dari jajahan Belanda.

Pada tahun 1875 berdiri pabrik besar yang terletak di pinggir jalan raya, pabrik itu di gunakan untuk penggilingan tebu yang dijadikan gula. Pabrik tersebut di kuasai oleh penjajah Belanda yang dikelolah oleh orang China, Menurut sejarah pabrik tesebut bernama :  TANG GOEL ANGIN, hasil gula tersebut dibawah kenegara Belanda. Asal mula nama Kecamatan kami juga berasal dari nama pabrik gula tersebut TANG GOEL ANGIN. Bangunan pabrik tersebut sampai sekarang masih berdiri kokoh tetapi sudah tidak beroperasi lagi. pabrik gula tersebut sekitar tahun 1950 an difungsikan sebagai pabrik tenun yang menghasilkan kain dengan kualitas baik sampai tahun 2001.