Desa Kalitengah merupakan salah satu Desa yang berada wilayah Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo yang Masyarakatnya bermata pencaharian di bidang pedagang, industri rumah tangga, PNS, dan Pertukangan yang mempunyai dengan karakter masyarakat sesuai adat timur yaitu sopan , beretika dan religius, jumlah penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun sehingga merupakan daerah yang berpenduduk sangat padat dengan tingkat pendidikan yang bervariasi mulai tamat SD sampai dengan Perguruan Tinggi , tingkat kesehatan masyarakat Desa Kalitengah cukup baik karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai serta kesadaran masyarakat yang cukup tinggi tentang arti kesehatan. Jarak desa Kalitengah ke ibu kota Kecamatan Sidoarjo yang relatif dekat sehingga mempengaruhi pola dan tingkah laku masyarakat Desa. Desa Kalitengah terdiri dari 2 Dusun, yaitu Dusun Kalitengah dan Dusun Kedunganten yang mempunyai adat dan cerita yang berbeda – beda . Desa Kalitengah ada dua dusun yaitu :
- Dusun Kalitengah
- Dusun Kedunganten
- Dusun Kalitengah Selatan terletak di selatan desa berbatasan langsung dengan desa kedungbendo, sebagai tanda batasan tersebut ada sungai besar ( kali balong djati ), pendahulu kami menamai dengan Kalitengah Selatan / Kalitengah Kidul. Dusun Kalitengah Utara / Kalitengah Lor terletak di utara sungai besar ( kali rowo gedhek ) sehingga tersebut nama Kalitengah Utara / Kalitengah Lor. Sebelah utara dusun tersebut dialiri sungai kecil yang barnama kali Ngaban kenongo
- Dusun Kedunganten terletak di barat jalan raya. Dusun kedunganten terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : kedunganten selatan, kedunganten tengah, dan kedunganten utara. Menurut sejarah kata itu diambil dari cerita rakyat yaitu dari dua kata Kedung yang berarti lubuk ( sungai yang dalam ) dan anten yang diartikan pengantin. Pada waktu itu ada sepasang pengantin / kemanten yang masih memakai pakaian pengantin kemudian sepasang pengantin baru tersebut jalan - jalan di tepi kedung yang dalam, tanpa disadari pengantin tersebut masuk atau terjebur kedalam lubuk besar ( sungai yang dalam ) sehingga sepasang pengantin tersebut meninggal didalam kedung tersebut, dari situlah dusun kedunganten dinamakan.